Kenali cara merawat tanaman Cabai Hias

Cabai rawit merupakan tanaman yang sering digunakan untuk membuat rasa pedas pada makanan. Namun saat ini telah muncul jenis cabai baru yang dikenal dengan nama cabai hias. Berbeda dengan jenis cabai lainnya, cabai hias ditanam tidak hanya sebagai bahan makanan. cabai ini sering ditanam untuk memperlihatkan keindahannya untuk mempercantik lingkungan. Oleh karena itu, cabai hias memiliki fungsi ganda, yaitu bisa dijadikan tanaman hiasan dan makanan dan yang terpenting cara merawat tanaman cabai hias ini tidak begitu sulit.

Bentuk dari cabai hias ini cukup unik. Pohon cabai hias ini bertubuh pendek dan tegak. Meskipun mereka pendek dan hampir kerdil, ini bukan karena timbulnya penyakit. Itu karena cabai hias adalah tanaman rekayasa genetika yang dirancang untuk bertubuh pendek. Padahal, tanaman ini dimaksudkan untuk ditanam di dalam pot dan digunakan untuk hiasan di pekarangan atau di dalam rumah.

Ada beberapa jenis cabai hias, yaitu : 

1. Cabai Kurcaci

Cabai ini hadir dalam dua bentuk. Yang pertama berbentuk bulat seperti buah cerry, dan yang lainnya berbentuk oval memanjang. Umur cabai ini bisa dilihat dari warna yang muncul pada buah cabai. Jika masih muda, cabai akan berwarna putih kekuningan sebelum berubah menjadi keunguan. Ujung buah akan berwarna ungu agak gelap. Cabai berwarna orange dan merah saat matang.

2. Cabai Ungu Panjang

Seperti namanya, buah ini berwarna ungu namun berukuran besar. Daun pohon cabai ini sudah tua dan bunga yang dihasilkan berwarna putih, yang membedakannya dengan cabai ungu. Yang membuat cabai ini unik adalah perubahan warna pada setiap tahapan umur tanaman. Saat muda, cabai menjadi putih, hijau, dan oranye. Saat matang, cabai akan berubah menjadi merah. Ukuran cabai bisa mencapai ukuran 2-5 cm.

3. Cabai Ungu

Ukuran cabai ini tidak jauh berbeda dengan cabai pada umumnya, hanya berwarna ungu. Cabai hias ini merupakan varietas yang paling umum dan ditanam dengan media kantong plastik. Proses penanaman varian ini merupakan hama yang paling mudah dan kuat.

Baca Juga :

Berikut ini cara merawat tanaman cabai hias dengan tepat

1. Perhatikan media tanam

Pertama, Anda bisa menanam benih cabai di wadah bersih, atau membeli bibit atau tanaman kecil untuk ditanam di dalam ruangan dan dipindahkan ke pot permanen. Saat menanam tanaman kecil atau bibit, pastikan tanaman menerima sinar matahari 10 hingga 12 jam per hari. Menabur benih di tempat yang hangat, jauh dari sinar matahari langsung, dan menjaga tanah tetap lembab. Penutup plastik juga dapat membantu untukmempertahankan kelembapan.

2. Perhatikan kebutuhan sinar matahari

Tingkatkan paparan sinar matahari saat bibit bertunas. Pencahayaan yang tepat sangat penting untuk mencegah tanaman cabai menjadi kurus saat terkena cahaya. Perawatan tanaman cabai dalam pot melibatkan membalik pot ketika bibit dimiringkan ke arah cahaya. Jika benih tidak diperlukan langsung di bawah cahaya buatan. Sematkan bunga pertama ke batang untuk menghasilkan buah yang lebih berat. Jepit saja beberapa bunga pertama agar tidak mengganggu siklus pertumbuhan 70 hari. Pastikan bunganya sempurna, artinya jantan dan betina, agar bisa melakukan penyerbukan sendiri.

3. Penyiraman

Perawatan tanaman cabai dalam ruangan melibatkan penyiraman beberapa kali seminggu. Biarkan tanah mengering di antara penyiraman. Periksa beberapa inci dengan jari telunjuk Anda sebelum menyiram untuk memastikan tanahnya kering atau juga bisa dengan gunakan higrometer.

4. Pemupukan

Pemupukan juga merupakan langkah penting dalam tanaman cabai dalam ruangan yang paling menarik. Anda bisa memupuknya dengan susu ikan atau teh kompos. 

5. Pemberantasan hama

Hama pada tanaman cabai cenderung jarang, terutama yang tumbuh di dalam ruangan. Jika Anda melihat kutu daun menempel di dekat pertumbuhan baru, gunakan semprotan sabun untuk menghilangkannya. Adanyajamur biasanya menunjukkan bahwa tanah terlalu basah, jadi kurangi penyiraman saat hama ini hadir.

Shinta Mutiara
Shinta Mutiara
Articles: 42

Leave a Reply

Your email address will not be published.